Minggu, 27 April 2008

EMBOH

tawa riang anak - anak manusia
bagai lirik kehidupan yang menyejukkan
semerbak senyumnya
menghiasi pekatnya malam
wanginya menebarkan aroma kedamaian
di setiap sudut bumi ini
ah.........indahnya kebahagiaan semu itu!

BULAN

Di balik rerimbunan pohon
mataku nyalang mencari sumber sinar yang mengusik indera penglihatanku
hawa dinginpun tak ku hiraukan tuk melihat keindahannya

betapa takjub diriku...
menatap rembulan yang begitu sempurna memancarkan cahayanya
hingga mampu menyibak kegelapan malam
dalam kebisuan langit nun jauh di atas sana
Maha besar engkau TUHAN

Sabtu, 26 April 2008

Secuil do'a

Tuhan.....terbangkan laraku bersama harapku
Biarkan semuanya menembus tiap lapis langit MU

BUMI

aku terpaku disini
menatap hujan yang terus mengguyur bumi
dalam diamku
aku bertanya
wahai bumi apa yang engkau rasa
saat langit menumpahkan hujan kepadamu
setelah sengatan matahari yang begitu panasnya menimpamu

aku yakin sekarang engkau sedang merasakan hawa sejuk
dan aku terus menunduk menatapmu
berharap tuk bisa ikut mengais hawa sejuk yang menyelimutimu saat ini

ELANG

saat tangisku membanjiri peraduan terakhirmu
saat kenanganmu berkeliaran dalam memori otakku
saat sedih,sesal,dan amarah bertahta di kerajaan hatiku

namun belum usai aku menangisimu
nisanmu kembali bergelimang darah
inginkan nyawaku menyatu dengan nyawamu atas nama kejahatan
tapi tak ku ijinkan malaikat maut menyentuhku melalui tangan - tangan kotor mereka
karena atas nama cinta!

tak mungkin

haruskah cinta ini terkubur bersama cucuran air mataku?
memendam rasa dan asa yang begitu membuncahtuk di expresikan dalam kehidupan yang sangat - sangat real
aku hanya mencari sesuap ketulusan keteguhan hati untuk menyusuri semua skenario sang penguasa manusia
dan menuai sejumput kebahagiaan yang mungkin terasa pantas aku rengkuh
salahkah jika kamu yang aku harapkan?
sedang logikaku mengucapkan
itu tidak mungkin!

Jumat, 25 April 2008

Air mata surga

Air mata surga
di malam hari yang buta
bening tak ternoda
dikala jiwa bersimbah luka
dedaunan merunduk penuh sujud

angih malam terluka tak berdaya
bintangpun berlinangan air mata
moga embun pagi
membawa harapan suci
ketika goresan hati terhapus oleh sunyi

tentang seekuning

menatapmu aku merasa bahagia
menyentuhmu aku merasa hangat
bersamamu aku merasa bernyawa

senyumku selalu terukir kala ada denganmu
mendapatkanmu adalah hal terindah dalam hidupku
dimanapun aku berpijak di sisiku selalu ada kamu
kamu selalu hidup dalam hatiku
I LOVE U kuning