Selasa, 24 Juni 2008

HANYA KAU

Engkau adalah Nur dalam kebutaanku
Engkau adalah kesabaran dalam egoku
Engkau adalah embun dalam tarikan nafasku
Engkau adalah pelangi dalam warna kelamku
Engkau adalah kelembutan dalam gelanggang hidupku
Engkau adalah sandaran dalam segala rasaku
Engkau adalah harapan dalam kepiluanku
Engkau adalah suaka dalam segala keterbatasanku
Engkau adalah energi dalam bilur - bilur keterpurukanku
Engkau adalah kebenaran paling wangi dalam himpitan - himpitan arus kegalauanku
Dan tsnps engksu eksistensi hatiku tak berwujud
Andai engkau tau!

Kamis, 29 Mei 2008

MOTIFASI

jalani hidupmu sedemikian rupa
hingga pada akhirnya
engkaulah satu - satunya yang tersenyum
sementara semua orang di sekelilingmu menangis!

Minggu, 18 Mei 2008

Persembahan Agung

tetes - tetes keringat mulai jatuh dipangkuan sang bumi pertiwi
semangat terus menyala dalam dada
doa - doa terus mengiringi perjalanan para pejuang era reformasi
suasana nasionalisme mengguncang segenap jiwa

bangkiitlah wahai indonesiaku...
rengkuh kembali apa - apa yang telah hilang dari pelukan kita
lukiskan kemenangan dalam sejarah peradaban umat manusia
persembahan agung buat merah putih

Jumat, 09 Mei 2008

clbk euy...

hadirmu menyentuh ruang rasaku
menjadikan indah segala yang berkubang lara
menyapukan kehangatan dalam setiap
fase perjalanan umurku
mengeksplorasi kembali cinta yang telah usang
tuk kembali hidup dan bergairah

tawamu menjadi sebuah simfoni alam imajiku
menyentak seluruh aliran darahku
dan menghujani bibirku dengan senyuman

sepertinya aku kembali pada kilau masa laluku
namun aku masih mencoba mengidentifikasi
hakikat perasaanku
walaupun tak bisa aku nafikan kalau
hadirmu...
suaramu...
tawamu...
telah menyentuh hatiku

stupid

naluriku hanya tersentuh oleh perasaanku sendiri
harga dirikupun aku biarkan di injak - injak caci mereka
aku tak menghiraukan segalanya
hanya kebahagianmu yang aku agungkan!

sepi

tak ada sapa...
tak ada senyum...
tak ada rindu...
tak ada bahasa...
tak ada cinta...
sedih...
gelisah...
takut...
sepi...
semunya membisu
hanya hatiku yang terus menggumam pada alam
dan sang pencipta dalam tafakkurku

RESAH

terbius dalam semerbak wanginya anugerah ILAHI bernama cinta
histeria sang kalbu tak mampu tersembunyikan dalam lingkup batin saja
tertegun diriku dengan kegilaan yang tiba - tiba menyapa ada ketakutan dan kegambiraan yang mengiringi mimpi dan nyataku
namun secercah harap dan keyakinan bergelayut manis dalam tiap - tiap helaan nafasku
dan kepak - kepak kebahagiaan mulai aku rasakan dalan dadaku

lombok punya

terdiam dalam sadar
terseyum dalam tangis
tertawa dalam salah

dunia berjalan dalam kehangatan
terpuruk dalam putaran
jantung terhenti dalam denyutan

terbuai dalam alunan kasih
ketika embun suci masuk dalam nadi...

Analisis Hati

begitu beratnya menekan rasa
manjejali diri dengan luka
gelap terasa menyelimutiku
suasana senja yang kerap membuai khayalku serasa tak berwarna lagi

menganalisis hati tuk membongkar semua muatan kenangan
yang ingin aku campakkan termasuk rasa cinta
hanya saja naluriku membentak "jangan"!
aku memang rapuh
dan aku bingung dengan ketidakkonsistenan diriku sendiri

Minggu, 27 April 2008

EMBOH

tawa riang anak - anak manusia
bagai lirik kehidupan yang menyejukkan
semerbak senyumnya
menghiasi pekatnya malam
wanginya menebarkan aroma kedamaian
di setiap sudut bumi ini
ah.........indahnya kebahagiaan semu itu!

BULAN

Di balik rerimbunan pohon
mataku nyalang mencari sumber sinar yang mengusik indera penglihatanku
hawa dinginpun tak ku hiraukan tuk melihat keindahannya

betapa takjub diriku...
menatap rembulan yang begitu sempurna memancarkan cahayanya
hingga mampu menyibak kegelapan malam
dalam kebisuan langit nun jauh di atas sana
Maha besar engkau TUHAN

Sabtu, 26 April 2008

Secuil do'a

Tuhan.....terbangkan laraku bersama harapku
Biarkan semuanya menembus tiap lapis langit MU

BUMI

aku terpaku disini
menatap hujan yang terus mengguyur bumi
dalam diamku
aku bertanya
wahai bumi apa yang engkau rasa
saat langit menumpahkan hujan kepadamu
setelah sengatan matahari yang begitu panasnya menimpamu

aku yakin sekarang engkau sedang merasakan hawa sejuk
dan aku terus menunduk menatapmu
berharap tuk bisa ikut mengais hawa sejuk yang menyelimutimu saat ini

ELANG

saat tangisku membanjiri peraduan terakhirmu
saat kenanganmu berkeliaran dalam memori otakku
saat sedih,sesal,dan amarah bertahta di kerajaan hatiku

namun belum usai aku menangisimu
nisanmu kembali bergelimang darah
inginkan nyawaku menyatu dengan nyawamu atas nama kejahatan
tapi tak ku ijinkan malaikat maut menyentuhku melalui tangan - tangan kotor mereka
karena atas nama cinta!

tak mungkin

haruskah cinta ini terkubur bersama cucuran air mataku?
memendam rasa dan asa yang begitu membuncahtuk di expresikan dalam kehidupan yang sangat - sangat real
aku hanya mencari sesuap ketulusan keteguhan hati untuk menyusuri semua skenario sang penguasa manusia
dan menuai sejumput kebahagiaan yang mungkin terasa pantas aku rengkuh
salahkah jika kamu yang aku harapkan?
sedang logikaku mengucapkan
itu tidak mungkin!

Jumat, 25 April 2008

Air mata surga

Air mata surga
di malam hari yang buta
bening tak ternoda
dikala jiwa bersimbah luka
dedaunan merunduk penuh sujud

angih malam terluka tak berdaya
bintangpun berlinangan air mata
moga embun pagi
membawa harapan suci
ketika goresan hati terhapus oleh sunyi

tentang seekuning

menatapmu aku merasa bahagia
menyentuhmu aku merasa hangat
bersamamu aku merasa bernyawa

senyumku selalu terukir kala ada denganmu
mendapatkanmu adalah hal terindah dalam hidupku
dimanapun aku berpijak di sisiku selalu ada kamu
kamu selalu hidup dalam hatiku
I LOVE U kuning