Kamis, 29 Mei 2008

MOTIFASI

jalani hidupmu sedemikian rupa
hingga pada akhirnya
engkaulah satu - satunya yang tersenyum
sementara semua orang di sekelilingmu menangis!

Minggu, 18 Mei 2008

Persembahan Agung

tetes - tetes keringat mulai jatuh dipangkuan sang bumi pertiwi
semangat terus menyala dalam dada
doa - doa terus mengiringi perjalanan para pejuang era reformasi
suasana nasionalisme mengguncang segenap jiwa

bangkiitlah wahai indonesiaku...
rengkuh kembali apa - apa yang telah hilang dari pelukan kita
lukiskan kemenangan dalam sejarah peradaban umat manusia
persembahan agung buat merah putih

Jumat, 09 Mei 2008

clbk euy...

hadirmu menyentuh ruang rasaku
menjadikan indah segala yang berkubang lara
menyapukan kehangatan dalam setiap
fase perjalanan umurku
mengeksplorasi kembali cinta yang telah usang
tuk kembali hidup dan bergairah

tawamu menjadi sebuah simfoni alam imajiku
menyentak seluruh aliran darahku
dan menghujani bibirku dengan senyuman

sepertinya aku kembali pada kilau masa laluku
namun aku masih mencoba mengidentifikasi
hakikat perasaanku
walaupun tak bisa aku nafikan kalau
hadirmu...
suaramu...
tawamu...
telah menyentuh hatiku

stupid

naluriku hanya tersentuh oleh perasaanku sendiri
harga dirikupun aku biarkan di injak - injak caci mereka
aku tak menghiraukan segalanya
hanya kebahagianmu yang aku agungkan!

sepi

tak ada sapa...
tak ada senyum...
tak ada rindu...
tak ada bahasa...
tak ada cinta...
sedih...
gelisah...
takut...
sepi...
semunya membisu
hanya hatiku yang terus menggumam pada alam
dan sang pencipta dalam tafakkurku

RESAH

terbius dalam semerbak wanginya anugerah ILAHI bernama cinta
histeria sang kalbu tak mampu tersembunyikan dalam lingkup batin saja
tertegun diriku dengan kegilaan yang tiba - tiba menyapa ada ketakutan dan kegambiraan yang mengiringi mimpi dan nyataku
namun secercah harap dan keyakinan bergelayut manis dalam tiap - tiap helaan nafasku
dan kepak - kepak kebahagiaan mulai aku rasakan dalan dadaku

lombok punya

terdiam dalam sadar
terseyum dalam tangis
tertawa dalam salah

dunia berjalan dalam kehangatan
terpuruk dalam putaran
jantung terhenti dalam denyutan

terbuai dalam alunan kasih
ketika embun suci masuk dalam nadi...

Analisis Hati

begitu beratnya menekan rasa
manjejali diri dengan luka
gelap terasa menyelimutiku
suasana senja yang kerap membuai khayalku serasa tak berwarna lagi

menganalisis hati tuk membongkar semua muatan kenangan
yang ingin aku campakkan termasuk rasa cinta
hanya saja naluriku membentak "jangan"!
aku memang rapuh
dan aku bingung dengan ketidakkonsistenan diriku sendiri